WORKSHOP INTERNASIONAL HARMONISASI INDEKS UNTUK MENDUKUNG PROGRAM INOVASI DESA


  Minggu, 29 September 2019 Berita DITJENPPMD

Pemerintah Indonesia saat ini memiliki 2 indeks untuk menghitung kemajuan pembangunan desa, yaitu Indeks Desa Membangun (IDM) yang dikembangkan oleh Kementerian Desa, Pengembangan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kementerian Pertanian) dan Indeks Pembangunan Desa (IPD) yang dikembangkan oleh Kementerian Nasional.  Perencanaan Pembangunan / Bappenas.  Perbedaan indeks IDM dan IPD adalah tahap metode perhitungan indeks dan interpretasi hasil perhitungan indeks.  Kedua indeks ini menciptakan tantangan untuk mengukur dan mengevaluasi kemajuan pembangunan desa karena keduanya memiliki parameter yang berbeda untuk mengukur pembangunan desa.

Mengikuti situasinya, ada kebutuhan untuk meningkatkan kualitas indeks untuk pembangunan desa.  Untuk mendukung harmonisasi, Kementerian Pertanian mengusulkan untuk menyelaraskan 2 indeks desa melalui kerja sama pembangunan antara Pemerintah Indonesia, Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Kerjasama Selatan-Selatan, dan Pemerintah Korea pada Pengembangan Kapasitas untuk program Inovasi Pengembangan Desa Indonesia

Lokakarya Perumusan Rencana Kerja 2019 untuk Program Pengembangan Inovasi Desa Indonesia di bawah Fasilitas ROK-UNOSSC Tahap 2 diadakan pada 21-23 April 2019 di Ibis Styles Hotel Bogor Raya.  Lokakarya ini diselenggarakan oleh Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Desa, Pengembangan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kementerian Pendidikan) dan Kementerian Pembangunan dan Perencanaan Nasional (Bappenas) yang didukung oleh Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Kerjasama Selatan-Selatan (UNOSSC) dan Kementerian  Ilmu Pengetahuan dan TIK Pemerintah Republik Korea (RoK).

Pada lokakarya tersebut, Kementerian Desa mengusulkan lima proposal: 1) Pusat Pembelajaran Inovasi Desa, 2) Sistem Manajemen Pengetahuan, 3) Inkubasi ikan, 4) Program inkubasi untuk ekonomi dan inovasi desa, untuk dipertimbangkan oleh Komite Pengarah, Proyek  Institusi manajemen dan RoK.  Usulan kelima, yaitu lokakarya internasional untuk harmonisasi indeks desa, telah dijadwalkan oleh STEPI dengan agenda tentatif pada 25-26 September 2019, di Jakarta.

Lokakarya pertukaran pengetahuan tentang harmonisasi indeks pembangunan desa diperlukan karena saat ini Kementerian Desa bersama dengan Bappenas, BPS dan pemangku kepentingan terkait sedang melakukan harmonisasi indeks pembangunan desa.  Diharapkan dari lokakarya ini, pelajaran dari berbagai kasus harmonisasi indeks pembangunan desa dapat dipelajari, terutama dari Korea Selatan sebagai masukan bagi Indonesia dalam merumuskan satu indeks untuk mengukur pencapaian pembangunan desa, merumuskan alokasi dana desa dan juga mengukur desa.  kinerja pembangunan dari tingkat nasional ke tingkat desa.