LOKAKARYA PENGEMBANGAN MODEL DESA WISATA BERBASIS ADAT DAN BUDAYA


  Kamis, 25 Oktober 2018 Berita DITJENPPMD

YOGYAKARTA - Direktorat Pelayanan Sosial Dasar, Ditjen PPMD, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi melaksanakan Lokakarya Pengembangan Model Berbasis Adat dan Budaya di Grand Mercure Hotel - Yogyakarta, (25/10/2018).
Direktur Pelayanan Sosial Dasar, Bito Wikantosa menyampaikan pentingnya kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai salah satu kerangka pelaksanaan UU No. 6 Tahun 2014 Tentang Desa.

“Pembangunan dan Pemberdayaan Desa tetap harus tegas didasarkan pada pelaksanaan UU No. 6 Tahun 2014 Tentang Desa atau UU Desa. Berdasar UU Desa tersebut, tujuan Pembangunan Desa dinyatakan untuk Peningkatan kualitas manusia, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan penanggulangan kemiskinan di Desa. Dengan demikian, semua sumber daya dan kemampuan pendayagunaan potensi Desa diarahkan pada pencapaian 3 (tiga) tujuan Pembangunan Desa tersebut” kata Bito.

Selain itu, Bito juga menjelaskan tentang Empat hal utama dalam upaya pembangunan Desa, yaitu ;

  1. Inovasi Desa. Inovasi Desa bisa tumbuh dengan mengembangkan nilainilai, potensi dan prakarsa masyarakat Desa secara empati, partisipatoris dan kreatif melalui pelaksanaan Kewenangan Desa. Kemampuan berinovasi ini dalam banyak pengalaman membawa kemajuan Desa;
  2. Kepemimpinan Kepala Desa. Kepemimpinan Kepala Desa yang mampu bekerja dengan masyarakat, memiliki visi kuat untuk kemajuan dan keberdayaan Desa, memimpin pengelolaan Dana Desa dan APBDes umumnya secara transparan, akuntabel dan tidak korupsi sesuai dengan kebutuhan masyarakat Desa, mampu bekerja dalam sistem perencanaan dan penganggaran akan sangan membantu dalam upaya Desa mencapai tujuannya;
  3. Fasilitasi Proses Pemberdayaan. Seluruh proses tindakan pembangunan Desa haruslah didasarkan pada upaya fasilitasi proses pemberdayaan masyarakat Desa. Pelaksanaan Kewenangan Desa secara kreatif, inovasi Desa sangat membutuhkan dukungan dan keterlibatan masyarakat Desa secara baik dan maksimal. Menguatkan rasa kepemilikan masyarakat desa pada setiap tindakan dan hasil pembangunan Desa akan memaksimalkan manfaat pembangunan Desa;
  4. Pemanfaatan Sumber Daya Alam secara Adil dan Ekologis. Wilayah dan potensi sumber daya alam pada banyak tempat di Desa merupakan “ruang hidup” bagi masyarakat Desa untuk pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari berdasar tradisi dan arif secara ekologis. Maka pemanfaatan Sumber Daya Alam tidaklah boleh melanggar rasa keadilan masyarakat. UU Desa menegaskan bahwa pencapaian tujuan pembangunan Desa harus mempertimbangkan dan menciptakan keadilan. Adil ini juga bermakna tidak merusak lingkungan.

“empat hal utama dalam upaya pembangunan Desa tersebut berlaku juga untuk ikhtiar kita bersama hari ini untuk pengembangan model desa wisata berbasis adat dan budaya” imbuhnya.

Pengembangan model Desa Wisata Berbasis Adat dan Budaya merupakan bentuk praktis dari upaya pemberdayaan masyarakat, dimana masyarakat Desa teroganisir berdasar norma-norma adat. (A)