ARAHAN MENTERI DESA PDTT KEPADA KEPALA DESA TENTANG INOVASI DESA


  Selasa, 20 Agustus 2019 Berita DITJENPPMD

Jakarta - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo memberikan arahan kepada beberapa Kepala Desa pada Workshop Pengawasan Program Inovasi Desa di Jakarta. Pada kesempatan tersebut, Beliau menekankan inovasi Desa pada dua sektor yakni sarana dan prasarana pasca panen serta pariwisata.

“Ada beberapa fokus dari Kementerian Desa dalam program inovasi desa, diantaranya pengadaan dan pengembangan sarana dan prasarana pasca panen terus sektor pariwisata”, ujar Eko Putro Sandjojo.

Beliau menyampaikan bahwa masih banyak Desa yang belum memiliki sarana dan prasarana pasca panen layak yang sebenarnya berguna untuk meningkatkan penghasilan warga Desa di bidang pertanian.

Contoh Program Inovasi Desa di bidang pertanian yakni di Desa Sanankerto, Kabupaten Malang, Jawa Timur yang memiliki Program Inovasi Konservasi Bambu untuk menjaga debit air embung tetap stabil untuk mengairi lahan pertanian. Disamping itu, dari Desa Cangaan, Kecamatan Ujung Pangkah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur memiliki inovasi terkait solusi pengairan lahan pertanian di musim kemarau, yakni pengelolaan dan pengintegrasian sumur-sumur bor milik warga. Ide inovasi tersebut dilatarbelakangi oleh mayoritas warga Desa Cangaan yang berprofesi sebagai petani dan biaya yang digunakan terlalu mahal untuk mengairi lahan pertanian dari air sungai dengan diesel saat musim kemarau.

Contoh lain pada bidang infrastruktur yang salah satunya dihasilkan oleh Desa Batanguru, Kecamatan Sumarong, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat yakni Inovasi Air Sungai sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) dan saat ini Desa Batanguru mampu menjadi penyedia turbin yang dipesan dari berbagai wilayah di Sulawesi hingga Nusa Tenggara Timur.

Selain itu, Kampung Biatan Baru, Kecamatan Biatan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur menghasilkan Inovasi Solar Cell  sebagai Pengakses Air Bersih. Solar Cell merupakan panel berbentuk cell tenaga surya yang memiliki aliran listrik lebih kuat, yang pada Kampung Biatan Baru dapat mengatasi masalah air desa serta kesehatan masyarakat lebih terjaga karena ramah lingkungan.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi mengakui bahwa merealisasikan program inovasi Desa yang sebagian besar menggunakan Dana Desa, bukan tanpa kendala. Kendala yang ada justru terkait dengan komunikasi dan ide-ide inovasi yang terbatas dari Desa, disamping memang rata-rata pendidikan warga Desa yang mayoritas hanya lulusan SD dan SMP yang memerlukan pendampingan.

Oleh karena itu, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi  bekerja sama dengan beberapa Perguruan Tinggi, kepolisian, kejaksaan, media, swasta, dan perbankan untuk memberikan pendampingan. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo berharap bahwa Program Inovasi Desa dapat meningkatkan perekonomian Desa secara signifikan serta dapat mengurangi jumlah penduduk miskin di Desa. (Foto : TribunNews/LendyRamadhan)

Sumber : Ditjen PPMD dalam TribunNews.com