RAKOR PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA IDM


  Jumat, 16 Agustus 2019 Berita DITJENPPMD

YOGYAKARTA – Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi menyelenggarakan Rapat Koordinasi Pengumpulan dan Pengolahan Data Indeks Desa Membangun di Hotel Mercure Yogyakarta (25/072019)

Rapat koordinasi ini dibuka oleh Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, dihadiri oleh Narasumber dari Kementerian Keuangan yakni Kepala Seksi Data Dana Desa, Otonomi Khusus dan Dana Keistimewaan DI Yogyakarta dan   Kementerian Desa PDTT diantaranya Kepala Pusat Data dan Informasi, Sekretaris Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Direktur Pemberdayaan Masyarakat Desa, Direktur Pembangunan Sarana dan Prasarana Desa dan Kepala Bagian Perencanaan, Rapat Koordinasi ini diikuti oleh peserta dari Perwakilan Dinas PMD Provinsi seluruh Indonesia, Perwakilan Bappeda Provinsi seluruh Indonesia, Koordinator Provinsi Tenaga Ahli P3MD seluruh Indonesia.

Dirjen PPMD Taufik Madjid mengapresiasi kinerja pendamping dalam Pemutakhiran Data Indeks Desa Membangun (IDM)

“Apresiasi yang besar kepada para pendamping yang telah melaksanakan tugas mengumpulkan Data Indeks Desa Membangun (IDM) ini, Harapannya Data ini diisi dengan data yang benar dan sesuai dengan kondisi di lapangan, kemudian data ini juga agar dimanfaatkan oleh Pemprov, Pemkab dan Desa sendiri sebagai dasar perencanaan pembangunan di Desa” ungkapnya.

Sementara itu Sekretaris Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa menjelaskan progres pengumpulan Data Indeks Desa Membangun (IDM) Tahun 2019.

“Data Indeks Desa Membangun Tahun (IDM) 2019 yang terkumpul per tanggal 22 Juli 2019 adalah sebanyak 70.895 Desa dengan rincian, Sangat Teringgal 6.959 Desa, Tertinggal 20.460 Desa, Berkembang 34.820 Desa, Maju 7.873 Desa, Mandiri 783 Desa” jelasnya.

 

Berdasarkan Data Indeks Desa Membangun (IDM) dari Tahun 2015 sampai Tahun 2019 dapat disimpulkan bahwa Desa Sangat Tertinggal dan Tertinggal semakin berkurang sedangkan Desa Berkembang, Maju dan Mandiri Semakin bertambah jumlahnya.

Data Indeks Desa Membangun (IDM) menjadi sangat penting untuk kebutuhan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, salah satu contohnya IDM digunakan oleh Kementerian Keuangan RI sebagai salah satu dasar dalam pengalokasian Dana Desa.

Tahun 2019 pengumpulan Data Indeks Desa Membangun (IDM) dilakukan dengan sistem manual menggunakan email dan sistem online melalui website idm.kemendesa.go.id 

 

Pada kesempatan ini juga Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi bersama Tenaga Ahli P3MD Provinsi menyerahkan Berita Acara Indeks Desa Membangun Tahun 2019 (*Adm