KEBUDAYAAN DAPAT MENJADI KEKUATAN EKONOMI DAN SOSIAL DI DESA


  Kamis, 18 Oktober 2018 Berita DITJENPPMD

JAKARTA - Sekretaris Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat menjadi Narasumber pada acara Penyerahan Dokumen Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah dan Forum Tematik Bakohumas yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, (17/10/2018).

Dalam kesempatan tersebut, H. Muklis menyampaikan bahwa Kebudayaan dapat menjadi kekuatan Ekonomi Desa, Indonesia begitu kaya dengan kebudayaan. Jika potensi itu mampu dikelola, maka akan memberi dampak yang sangat positif bangsa Indonesia, baik dampak ekonomi maupun sosial.

“Desa yang unggul dalam kebudayaan akan menjadi tujuan wisata sehingga terjadi perputaran ekonomi di Desa, Kebudayaan di Desa harus menjadi lokomotif pembangunan di Indonesia” tegasnya

“Nilai budaya juga mampu membangun kita secara sosial, kondisi ini dapat menjadi faktor perekat di tengah – tengah masyarakat, sehingga akan mampu mendorong masyarakat dalam persatuan dan menangkal isu – isu yang memecah - belah bangsa” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Jendral Kebudayaan (Dirjenbud) Hilmar Farid mengatakan, PPKD adalah dua dari rangkaian empat dokumen perencanaan pemajuan kebudayaan yang merupakan pedoman pemerintah dalam melaksanakan berbagai program dan kegiatan pemajuan kebudayaan baik tingkat kabupaten/kota, provinsi, maupun nasional. Sejauh ini Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud telah menerima 186 PPKD tingkat kabupaten/kota.

“Kongres Kebudayaan kali ini juga tepat disebut sebagai tonggak penting dalam sejarah pengelolaan kebudayaan nasional. Karena peran strategis yang dimainkannya dalam siklus perencanaan pemajuan kebudayaan yang diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 5 tahun 2017," tutur Hilmar

Pada acara tersebut, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menerima delapan belas dokumen Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) tingkat provinsi. PPKD tersebut akan menjadi modal awal penyusunan Strategi Kebudayaan Nasional yang akan berisi visi besar arah pemajuan kebudayaan Indonesia. (A)