IDM SEBAGAI PEDOMAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DESA


  Senin, 15 Oktober 2018 Berita

BATAM - Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa melaksanakan Fasilitasi Data dan Informasi di BCC Hotel Batam. (11/10/2018).

Taufik Madjid selaku Direktur Jenderal PPMD saat menutup acara tersebut menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan Desa sangat ditentukan oleh parameter yang digunakan dalam menentukan status Desa dan masyarakatnya. Sebab, perkembangan status Desa mengalami dinamika dari waktu ke waktu, apalagi setelah adanya Dana Desa yang menjadi concern Presiden Jokowi sejak 2015.

Keberhasilan program pembangunan, terutama bagi Desa tidak bisa terlepas dari adanya perencanaan yang baik, tepat dan komprehensif yang berdasar pada potret kebutuhan riil masyarakat. Kehadiran IDM (Indeks Desa Membangun) yang tengah  digarap oleh Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kemendes PDTT diyakini sangat  ditunggu-tunggu oleh para pengambil kebijakan di Desa karena sebagai pemandu perencanaan pembangunan itu sendiri.

Selain adanya Dana Desa yang difasilitasi oleh Pendamping Desa, Taufik Madjid meyakini keberadaan Desa-desa di Tanah Air telah menjadi model bagi Negara-negara lain dalam melaksanakan Pembangunan Daerah maupun masyarakat.

"Presiden Jokowi berkali-kali menyampaikan, banyak Negara lain yang belajar dari Desa-desa dan memuji Negara kita mampu melewati masa turbulansi ekonomi global lantaran  kita konsisten membangun keseimbangan, antara manusia dengan manusia, manusia dengan alam dan manusia dengan Tuhan", tegasnya.

Terkait Data dan Informasi Desa yang tengah digarap Ditjen PPMD, Taufik Madjid berharap nantinya dapat menjadi panduan bagi Desa untuk Perencanaan Pembangunan Desa sehingga Pembangunan di Desa bisa lebih fokus.

Sementara itu, Ivanovich Agusta selaku Plt. Kepala Pusat Data dan Informasi, Kemendesa PDTT memaparkan bahwa keberadaan data yang dihasilkan oleh para pendamping desa mempunyai manfaat yang sangat besar, bahkan nilai Rellabillity nya mencapai 0,98 sehingga akurasi datanya mendekati sempurna.

"Secara periodik, dalam jangka satu tahun, kegiatan pengimputan data pembangunan desa dapat dilaksanakan karena sumber daya manusia di lapangan siap setiap saat lantaran kita punya  pendampingan desa", paparnya.

Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 140 peserta, melibatkan berbagai unsur, yakni para Kepala Dinas PMD dan Satker-Satker P3MD Provinsi, Managemen Nasional P3MD, Koordinator Program Provinsi dan Tenaga Ahli Data KPP di Seluruh Provinsi dan undangan lainnya. (A)